Suatu saat seorang anak belia, terlihat berubah dari biasanya. Yang biasanya penurut sama ibunya sekarang tidak mau menuruti kata-kata ibunya, yang biasanya selalu bersama ibunya sekarang kesana kemari bermain-main terus, tidak mau diatur, suka membangkang, bahkan yang membuat ibunya sangat terkejut...
Suatu saat seorang anak belia, terlihat berubah dari biasanya. Yang biasanya penurut sama ibunya sekarang tidak mau menuruti kata-kata ibunya, yang biasanya selalu bersama ibunya sekarang kesana kemari bermain-main terus, tidak mau diatur, suka membangkang, bahkan yang membuat ibunya sangat terkejut, anak itu tidak mau lagi memanggil ibunya dengan panggilan “bunda”, dia sudah berani memanggil ibunya langsung nama ibunya saja, “Emma, Andi mau main sama teman”, ucap si anak sembari langsung keluar rumah. Kini, si anak semakin hari semakin berbeda seperti tak mengenal sang Ibu.
Dengan hati yang teriris, sedih dan keheranan, si Ibu mencoba menyelidiki kenapa sang anak berubah drastis seperti ini. Sang ibu bergumam, “sepertinya anakku terpengaruh karena berteman dengan si anu, anak tetangga baru itu, pantas saja kata tetangga-tetanggaku, anak itu sangat nakal”. Setiap hari sang ibu memikirkan bagaimana agar anaknya bisa kembali seperti semula, yang penurut dan patuh dan sayang kepada orang tua. Dia berfikir penyebab anaknya terpengaruh seperti itu, karena berteman dengan anak nakal itu, jadi tiada kata lain kecuali harus menjauhkannya. Usahapun telah dilakukan, namun si anak sangat susah dipisahkan.
Suatu hari, tiba-tiba si anak berlari-lari pulang ke rumah dengan menangis-nangis menuju ibunya dan berkata “Bunda…bunda….bunda…he he hee…”. “Ada apa sayang” tanya sang ibu. “Rudi memukul Andi bunda…heee…Rudi nakal bunda… Sang ibu dengan hati lega dan gembira melihat anaknya berkata “Iyaa sayang, nangisnya sudah yaaa?? biar nanti berteman sama yang lain saja, kan teman-teman Andi yang baik banyak, ayo kita masuk..ibu peluk anak bunda tersayang nich.., mmmmuach….”. Sang ibu sebenarnya sangat terharu dan gembira mendengar anaknya menangis. Betapa tidak, dengan tangisan anaknya itu sehingga membuat anaknya kembali kepada ibunya, kembali memanggil “bunda..bunda…bunda” panggilan yang dirindu-rindukan ibunya. Saking senangnya sang ibu berkata dalam hati, alangkah inginnya aku memberi upah kepada anak nakal itu, karena telah membuat anakku menangis, sehingga mau kembali memanggilku “bunda”. Dengan kejadian itu akhirnya anaknya kembali seperti semula, anak yang baik, patuh, penurut dan menghormati dan menyayangi sang ibu tentunya.
Sodara-sodaraku (eiit kaya AA Gym nich…), cerita diatas sebenarnya adalah perumpamaan bagi kita dan bangsa kita yang saat ini sering dilanda musibah dan bencana seperti Gempa, Banjir, Tsunami, Tanah Longsor, Lumpur dan lainnya. Apa hubungannya tadz!??. Mungkin keadaan kita saat ini seperti cerita diatas, yang mana keadaan hati dan perbuatan kita telah berubah menjadi tidak baik disisi Allah SWT. Perbuatan kita sudah melenceng dari norma agama, berteman dengan kemaksiatan dan melupakan Allah SWT Yang Maha Penyayang kepada hambaNya. Kejadian bencana yang bertubi-tubi melanda negeri ini merupakan hikmah dan peringatan kepada kita semua, mungkin Allah SWT menginginkan kita semua berubah menjadi baik, taat dan selalu ingat kepadaNya. Mungkin dengan ujian peringatan musibah dan bencana tersebut, Allah SWT rindu agar kita kembali menyebut dan memanggil “Allah…Allah…Allah, yaa tuhanku tolonglah daku, hambamu bertaubat!!!” sebagaimana kerinduan sang ibu untuk dipanggil “bunda” kembali. (baca QS.82:6)
Wallahu a’lam
Kamis, Mei 29, 2008
Bencana dan Kerinduan
Rabu, Mei 28, 2008
Pesanku
Kita berdua telah ditakdirkan bertemu
dan hatiku kini telah bersemi dan merindu
ingin ku ungkapkan namun aku tak mampu
karna waktu yang telah membatasi
by : Norliansyah Ibnu Rusli
Kita berdua telah ditakdirkan bertemu
dan hatiku kini telah bersemi dan merindu
ingin ku ungkapkan namun aku tak mampu
karna waktu yang telah membatasi
Namun aku tak perduli akan perbedaan antara kau dan aku
karna perbedaan itu bukanlah penghalang cinta kau dan aku
semoga kau mengerti dan bersabar menunggu ucapku
walau cukup lama untuk dirimu
Yakinlah diriku akan menjemput dan membawamu pergi
ke tempat yang menjadi impian engkau dan aku
dimana kebahagiaan dan keabadian menyatu
Dan sebelum hasrat kita tercapai
janganlah engkau serahkan cintamu kepada orang lain
karna aku tak mampu hidup tanpa cintamu untukku
tetapkanlah cintamu untukku
(dibuat tahun 2001)
Senin, Mei 26, 2008
Sudah Saatnya Cinta
Semua orang pernah mengalami yang namanya “cinta”
Pikiran dan perhatian pun tercurah untuknya
By : Norliansyah Ibnu Rusli
Semua orang pernah mengalami yang namanya “cinta”
Pikiran dan perhatian pun tercurah untuknya
Kau akan mencari cara untuk mencuri perhatiannya
Kau akan mencari cara untuk mengungkapkan rasa
Dan kau akan mencari cara agar dia mengetahuinya
Cinta akan benar bila ditemani “rindu”
Sehingga kegelisahan dan kecemasan hati bergejolak dalam kesendirian
Dan pertemuan akan selalu menjadi impian
Bila cinta dan rindu telah menyatu dalam dirimu
Maka ungkapkanlah rasa cinta dan rindu
Karena kesempatan untuk cinta mungkin hanya datang sekali
Cinta yang ditolak lebih ringan dari pada cinta & rindu yang tak terucap
Minggu, Mei 25, 2008
Bersama Dalam Impian
Bila perjumpaan begitu berkesan
Bila pesona menjadi perhatian
Bila perasaan mulai memendam
Itulah cinta yang telah datang
by : Norliansyah Ibnu Rusli
Bila perjumpaan begitu berkesan
Bila pesona menjadi perhatian
Bila perasaan mulai memendam
Itulah cinta yang telah datang
Bila dia menjadi lamunan
Bila bayangnya merasuk pikiran
Bila pertemuan menjadi impian
Itulah rindu yang sedang menyapa
Kau ‘kan mencari tahu lebih banyak tentangnya
Kau ‘kan berusaha untuk mencuri perhatiannya
Kau ‘kan mencari cara untuk mencurahkan rasa
Dan kau akan mencari cara agar dia mengetahuinya
Wahai pujaan…
Kuingin bertemu dalam pandangan
Kuingin menyentuh dalam dekapan
Kuingin bersama dalam impian
Dan Berjuang dalam perjalanan
Salam Kenal
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam kenal, nama saya Norliansyah. Pada tanggal 26 Mei 2008 ini saya baru saja membuat blog baru (yakni yang kamu liat ini, hehehe). Dari sini saya ingin...
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam kenal, nama saya Norliansyah. Pada tanggal 26 Mei 2008 ini saya baru saja membuat blog baru (yakni yang kamu liat ini, hehehe). Dari sini saya ingin belajar menulis dan menuangkan ide maupun pikiran saya dan
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam kenal, nama saya Norliansyah. Pada tanggal 26 Mei 2008 ini saya baru saja membuat blog baru (yakni yang kamu liat ini, hehehe). Dari sini saya ingin belajar menulis dan menuangkan ide maupun pikiran saya dan insya Allah akan saya isi dengan berbagai ilmu dan pengetahuan dan sebagian pengalaman hidup saya. Saya juga akan berbagi ilmu yang saya ketahui kepada para pembaca semua, mudah-mudahan saja semuanya bermanfaat bagi kita semua.
Oke!!! untuk mengetahui mengenai saya lebih lanjut, akan saya lampirkan berikut ini :
Nama lengkap : Norliansyah
Nama Panggilan : Yayan / Lian
Jenis Kelamin : Laki-laki
TTL : Kandangan, 10 Pebruari 1983 / 26 Rabiul Akhir 1403 Hijriyah
Hari / Jam Kelahiran : Kamis pagi + 09.00
Proses kelahiran : Lahir dengan dibantu Bidan Kampung
Nama ayah : Muhammad Rusli Sulaiman
Nama ibu : Mursinah Ariyati
Anak ke : 5 dari 8 bersaudara
Nama saudara : Kakak : Marliantina, Rika Mahlisa, Emelia Rosana, Elly Erawati
Adik : Ahmad Maulana, Rabiatul Adawiyah, Dahliana
Sekolah : SDN Kandangan Barat 4 tahun 1989 – 1995, SMPN 3 Kandangan tahun 1995 – 1998, SMKN 1 Kandangan tahun 1998 – 2001 (PS. Akuntansi), Universitas Lambung Mangkurat, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Pemerintahan tahun 2001 – 2006 dengan hasil IPK 3,07
Hobby : Main Komputer / Internet, Membaca, Olahraga
Status : Single
Keahlian : Bisa Mengoperasikan Office Word, Excel, Power Point, Mengetik 10 jari Sistem 325 hentakan/menit, Adobe Photoshop, Corel Draw, Installasi Komputer & Service Handphone.
Pekerjaan : Swasta
Motto : Life is Job & Responsibility
Puisi : “Dia yang matanya telah melihat keindahanmu, Dia kan mati dalam kerinduan kepadamu