Kamis, Mei 29, 2008

Bencana dan Kerinduan

Suatu saat seorang anak belia, terlihat berubah dari biasanya. Yang biasanya penurut sama ibunya sekarang tidak mau menuruti kata-kata ibunya, yang biasanya selalu bersama ibunya sekarang kesana kemari bermain-main terus, tidak mau diatur, suka membangkang, bahkan yang membuat ibunya sangat terkejut...

Suatu saat seorang anak belia, terlihat berubah dari biasanya. Yang biasanya penurut sama ibunya sekarang tidak mau menuruti kata-kata ibunya, yang biasanya selalu bersama ibunya sekarang kesana kemari bermain-main terus, tidak mau diatur, suka membangkang, bahkan yang membuat ibunya sangat terkejut, anak itu tidak mau lagi memanggil ibunya dengan panggilan “bunda”, dia sudah berani memanggil ibunya langsung nama ibunya saja, “Emma, Andi mau main sama teman”, ucap si anak sembari langsung keluar rumah. Kini, si anak semakin hari semakin berbeda seperti tak mengenal sang Ibu.
Dengan hati yang teriris, sedih dan keheranan, si Ibu mencoba menyelidiki kenapa sang anak berubah drastis seperti ini. Sang ibu bergumam, “sepertinya anakku terpengaruh karena berteman dengan si anu, anak tetangga baru itu, pantas saja kata tetangga-tetanggaku, anak itu sangat nakal”. Setiap hari sang ibu memikirkan bagaimana agar anaknya bisa kembali seperti semula, yang penurut dan patuh dan sayang kepada orang tua. Dia berfikir penyebab anaknya terpengaruh seperti itu, karena berteman dengan anak nakal itu, jadi tiada kata lain kecuali harus menjauhkannya. Usahapun telah dilakukan, namun si anak sangat susah dipisahkan.
Suatu hari, tiba-tiba si anak berlari-lari pulang ke rumah dengan menangis-nangis menuju ibunya dan berkata “Bunda…bunda….bunda…he he hee…”. “Ada apa sayang” tanya sang ibu. “Rudi memukul Andi bunda…heee…Rudi nakal bunda… Sang ibu dengan hati lega dan gembira melihat anaknya berkata “Iyaa sayang, nangisnya sudah yaaa?? biar nanti berteman sama yang lain saja, kan teman-teman Andi yang baik banyak, ayo kita masuk..ibu peluk anak bunda tersayang nich.., mmmmuach….”. Sang ibu sebenarnya sangat terharu dan gembira mendengar anaknya menangis. Betapa tidak, dengan tangisan anaknya itu sehingga membuat anaknya kembali kepada ibunya, kembali memanggil “bunda..bunda…bunda” panggilan yang dirindu-rindukan ibunya. Saking senangnya sang ibu berkata dalam hati, alangkah inginnya aku memberi upah kepada anak nakal itu, karena telah membuat anakku menangis, sehingga mau kembali memanggilku “bunda”. Dengan kejadian itu akhirnya anaknya kembali seperti semula, anak yang baik, patuh, penurut dan menghormati dan menyayangi sang ibu tentunya.
Sodara-sodaraku (eiit kaya AA Gym nich…), cerita diatas sebenarnya adalah perumpamaan bagi kita dan bangsa kita yang saat ini sering dilanda musibah dan bencana seperti Gempa, Banjir, Tsunami, Tanah Longsor, Lumpur dan lainnya. Apa hubungannya tadz!??. Mungkin keadaan kita saat ini seperti cerita diatas, yang mana keadaan hati dan perbuatan kita telah berubah menjadi tidak baik disisi Allah SWT. Perbuatan kita sudah melenceng dari norma agama, berteman dengan kemaksiatan dan melupakan Allah SWT Yang Maha Penyayang kepada hambaNya. Kejadian bencana yang bertubi-tubi melanda negeri ini merupakan hikmah dan peringatan kepada kita semua, mungkin Allah SWT menginginkan kita semua berubah menjadi baik, taat dan selalu ingat kepadaNya. Mungkin dengan ujian peringatan musibah dan bencana tersebut, Allah SWT rindu agar kita kembali menyebut dan memanggil “Allah…Allah…Allah, yaa tuhanku tolonglah daku, hambamu bertaubat!!!” sebagaimana kerinduan sang ibu untuk dipanggil “bunda” kembali. (baca QS.82:6)
Wallahu a’lam

Tidak ada komentar: